Ini sebuah kotak pandora. Di dalamnya berisi masa lalu kita. Semuanya; kisah, keburukan, penyesalan, dan kenangan, saya masukkan ke dalam sana.
Saya pikir, dengan begitu maka saya akan dengan mudah melangkah, meninggalkan. Namun kenyataannya, tak jarang berseberangan dengan keinginan. Saya pikir, masa lalu biarlah menjadi masa lalu, terutama bagian pahitnya, tak perlulah sering-sering diungkit kembali.
Dan malam ini, untuk kedua kalinya, membuka lagi.
Membukanya ibarat menyetel kembali rekaman-rekaman masa lalu yang perlahan disingkarkan dari pikiran, seperti membuka kembali yang sudah rapat-rapat ditutupi; tentang hubungan yang kandas tanpa alasan yang jelas, tentang ketidaksiapan menerima kenyataan, tentang jarak yang menjadi penghalang, tentang alasan-alasan yang sebenarnya tidak perlu dikemukakan.
Sempat dibuat melayang oleh kenangan, sampai akhirnya tersadar; bahwa masa lalu akan tetap menjadi masa lalu. Masa lalu tidak akan berubah, waktulah yang berubah, juga kita yang semakin dewasa dan mengerti harus berbuat apa. Dari sanalah pun tersadar; bahwa masa itulah yang membentuk kita sampai seperti sekarang ini.
Saya tidak akan menyesal, setelah 730 hari yang terlalui, meski harus menyimpannya dalam kotak, menutupnya, dan meninggalkannya. Saya merasa beruntung mengenalmu, meski pada akhirnya harus berakhir seperti ini.
Malam ini, saya mengambil tali lagi. Menutup kotak pandora kita lagi. Menalinya dengan kencang, dan merekatkan dengan perban. Menghembuskan napas, dan mengucapkan selamat tinggal, lagi.