yang katanya, dijunjung diagungkan dan menjadi fundamental dalam banyak hal.
mereka menanyakan apa arti krusial-nya bagi saya, dan saya hanya tertawa.
tanyanya, apakah saya masih memiliki-nya untuk dibagi?
dan seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya menjawab dengan cara saya, tertawa.
saya tidak sedang menertawakan pertanyaan retorisnya. tapi entah saya juga tidak merasa perlu sekali menjawabnya.
menurut saya itu klise.
bukan saya tak mengenal,
bukan pula saya tak lagi berhati, saya bahkan belum mati.
hanya saja bagi saya, itu hanya halusinasi. tercipta atas kata-kata pusat pengendali yang kemudian dirasakan oleh hati.
bukti otentiknya, detik ini, saya masih bisa merasakannya.
dengarkanlah ini, dan itulah yang sedang berkecamuk saat ini.