Terlalu terang akan membuatmu silau. Bertranformasi menjadi ketidak tahuan arah mana yang akan dituju kemudian. Pula membuat jalanmu terlihat lebih jelas, dan setibanya di persimpangan, pilihan-pilihan tersuguhkan makin terlihat.
Setiap yang dipilih membawa suara-suara yang menggema dalam labirin pikir.
Terbelenggu, sehingga kamu takut membuat kesalahan. Dengan membawa papan yang besar bertuliskan ingin memberikan yang terbaik, dengan catatan kecil kasat mata dibawahnya.
Bak marionette, langkahmu dikendalikan dengan ikatan-ikatan tali...
Kamu jenuh.
Pikirmu, gelap akan lebih baik.
Lalu kamu pergi mencari.
Gelap membuatmu tenang. Kamu lebih leluasa mengatur langkahmu. Tak ada lagi mata-mata dan nyinyiran pedas mengiringi.
Tapi kegelapan tak semua semaumu. Kegelapan makin sering membuat langkahmu hilang, lalu mengambil arah yang tak berkiblat.
Yang dituju tak terlihat, pun pilihan tak tertawarkan.
Seperti topeng Pierrot yang terbakar menjadi abu, dan dibuang ke samudera.
Kemudi akhirnya lepas.
Langkahmu terseok-seok tak terarah.
Mati rasa.