Perjumpaan kita seperti halnya sebuah percakapan ketika duduk berdua di peron tunggu pelabuhan,
bertukar kisah tentang tanah belahan bumi mana saja yang telah dipijak, selama yang masih bisa diukur dalam satuan waktu.
Pada masanya akhirnya kita berpisah,
aku harus melanjutkan perjalananku, begitupun kamu.
Kemudian aku berjalan membalikkan badan, dengan arah yang tegak lurus dengan ragamu yang memasuki kapal.
Semoga ada hari dimana kita bisa bertemu lagi.
Selamat jalan, semoga selamat sampai tujuan.