Pada Drini,
oleh sesaat,
yang menyepi ditandai dengan hilirnya pergi,
ombak bicara tiada henti.
Hanya ada para ombak yang masih merindukan matahari,
meninggikan kekuatan agar tak terpisah senja hari.
Dan aku, yang mencari sampai mampir kesini.
Sebentar, dalam akhir hari.
Imajiku membawa sosokmu di sisi,
dengan banyak cerita yang terekam setiap dialognya.
Bagaimana kanvas mu hari ini? Kamu beri warna apa?
Ah sudahlah, bukan ini!
Kutitipkan secarik yang berwarna biru,
gejolak dari laut kepada pantai.
Padanya serta ku teriakkan kode rahasia kita.
Ah, ombak mendengarku!
Dijawabnya dengan hantaman pada karang yang mereka lakukan berkali-kali, ku dengar: "baiklah"
Sudah sebentar.
Aku kembali menuju kenyataan,
berjalan berbalik arah meninggalkan,
sampai jumpa,
sudah saatnya aku pulang.
Drini Yogyakarta, 28 Agustus 2012.