17. Indonesian.
Stories are light. Light is precious in a world so dark. Begin at the beginning. Tell a story. Make some light.

Friday, 21 September 2012

Sebuah apologi oleh penantian yang belum terhenti,

Kerap kali dalam hidup pemilik sepasang mata terfokus akan hidup orang lain,
sepasang tangan terlarut dalam pembangunan tembok pertahanan milik lain tinimbang milik sendiri.
Bukan sekedar itu,
mengikuti arus milik yang lain,
ikut berlalu lalang mencari.
Tetap merasa fokus,
tapi terfokus dalam cahaya lampu yang dipegang oleh yang lain.
Milik sendiri terlupa,
terabaikan.
-
Sampai ketika tiba,
berdiri dihadapan gelaran puzzle yang sempurna, akhirnya,
tersenyum tergelak mengagumi akan sempurnanya puzzle itu.
Dan ketika sepasang tangan milik sendiri hendak melengkapi dengan kepingan puzzle yang telah disimpan,
tersontak,
terkaget,
dan akhirnya menyadari,
puzzle yang telah disimpan bukanlah pelengkap gelaran puzzle sempurna itu.
-
Kemudian sepasang kaki milik sendiri membawa menjauh,
meninggalkan.
Tapi, langkah terlampau jauh.
Tersesat sendirian,
kemudian berteman dengan kesendirian.
-
Ketakutan membayangi.
Sesekali menyuarakannya pada sepi.
Kenapa sendiri?
Karena pemilik diri itu mengetahui,
bahwa terlalu banyak mengumbar pembelaan akan diri hanya akan membuatnya semakin terpojok.
Maka diam,
dan menikmati luka sendiri menjadi pilihan.
-
-
-
-
-
-
-
Tidak akan pernah terhenti dalam situasi itu.
Pencipta semesta mengerti setiap detail ciptaannya.
Bukan hanya memberikan sepasang roda, pula pedal lengkap dengan rantai untuk membantu berputar.
-
Pada akhirnya seorang diri akan meminta maaf akan kesalahan lampaunya,
kepada diri sendirinya.
-
Pada akhirnya, yang entah kapan..... Jangan khawatir..