Saya selalu bahagia tanpa sebab yang mengada-ada ketika diharuskan untuk pergi ke kota ini. Selalu mengimajinasikan kebahagiaan dan dibuat tidak bisa tidur selama perjalanan. Tidak bisa tidak menikmati setiap detik yang terlewati tanpa menyenangi yang terjadi. Dibuat nyaman meski dibuat kedinginan setiap pagi, dan hiruk pikuk kota yang tidak bisa dihindari.
Saya merasa seperti di rumah sendiri, meski tanpa orang yang terkasih yang setiap harinya mengelilingi.
388 km dari kota asal, dan tanpa orang yang benar-benar dikenal.
Saya terlanjur menanam harapan, membesarkannya perlahan, dan meninggalkan kepercayaan, tentang mimpi saya di tempat ini.
Malam ini malam terakhir saya tidur di bawah langit kota ini, sebelum kembali ke kota yang lebih dari 388 km dari sini.
Saya akan pulang, tapi saya malah merasa hilang. Saya senang disini, meski saya harus melakukan apapun sendiri.
Besok pagi saya sudah tidak melihat matahari terbit lagi di kota ini, tapi saya berharap bulan depan saya bisa datang lagi ke kota ini, melanjutkan harapan dan mimpi yang menjadi kenyataan.
Dan malam ini rangkaian kata-kata oleh hati yang diakhiri dengan aamiin, juga senyum, sebagai penutupnya.
Bandung, 26 Juni 2013