17. Indonesian.
Stories are light. Light is precious in a world so dark. Begin at the beginning. Tell a story. Make some light.

Thursday, 6 June 2013

Akhirnya tiba dimana saya secara resmi mengakhiri masa tiga tahun menjadi seorang pelajar sekolah-menengah-atas, yang telah ditunggu-tunggu sejak tiga tahun silam. Kilas balik, tiga tahun yang lalu, momen ini yang begitu saya tunggu; lulus.
Sebuah awalan yang ironis bukan main, tapi begitulah, kenyataan. Tapi bukan itu yang ingin saya paparkan pada kali ini. Saya ingin menyatakan, sedikit, tentang beberapa peringatan oleh Tuhan, yang dengan rencana-rencana-Nya hendak mengingatkan saya, bahwa sehabis hujan badai tidak akan selalu ditemui pelangi yang indah, tapi setidaknya akan ada langit cerah.
Bukan. Saya juga bukan kemudian hendak mengatakan bahwa kemudian ini mengubah jalan pikir saya. Karena memang pada kenyataannya, tidak tetaplah tidak.
Tapi saya juga tidak akan memungkiri kenyataan, bahwa saya bahagia, setelah Tuhan mempertemukan saya dengan mereka; yang kemudian menjadi kenangan manis, dan mempunyai ruangan teristimewakan, dalam otak, juga dalam hati.
Untuk mereka, yang tidak perlu disebut namanya.
(:

kuharap.. malam ini indah bagi kita, 
kuharap.. besok besok tak kalah indahnya, 
kuharap.. akhir kita bukan lah disini
semoga.. detik ini mengendap selamanya, 
semoga.. rindu tak membebani kita
semoga...
sampai jumpa.. sampai jumpa.. lagi...
saat bertemu di lain waktu, sampaikan salam lambaikan tangan
saat bertemu di lain waktu, senyum yang baru kita ciptakan
semoga..tak ada salah-salah kata
semoga..kami berkenan di hati anda
semoga.. sampai jumpa..sampai jumpa..lagi...
semoga...
sampai jumpa..sampai jumpa..lagi...
sampai jumpa..sampai jumpa..lagi...
(Silampukau - Sampai Jumpa)