"Segala sesuatu berdasarkan ingatan. Sesuatu menjadi bernilai, menjadi
bermakna karena kita mengingat kembali. Dalam mengingat kembali, proses
penciptaan kembali berlangsung. Baik secara sadar atau tidak -lebih
banyak secara sadar. Dengan berlangsungnya waktu, jadilah rekonstruksi
ingatan pada peristiwa sebagai peristiwa baru -sebagaimana yang kita
kehendaki. Kita menambal di sana, merapikan di sini, mengubah data-data
yang menyertai."
-Arswendo Atmowiloto, Dewi Kawi, hal 49.